PNS Juga Bisa Sambil Bisnis, Pengalaman Meyfira

Saya seorang PNS, Ya Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Keuangan yang tinggal di Jakarta. Kalau denger instansi Kementerian Keuangan pasti yang muncul dibenak orang-orang “Wow udah enak ya kerjanya” atau “Beruntung banget bisa masuk situ”.

Alhamdulillah bersyukur sekali bisa menyelesaikan kuliah D3 Kedinasan dan lulus langsung masuk ke instansi pemerintahan yang bagus. Lalu kurangnya apa? Kok akhirnya saat ini memutuskan bergabung dengan komunitas kerja-dirumah.com?

Penempatan kerja saya Juni 2011 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Semua berawal dari sini mulailah timbul rasa tidak nyaman karena jauh dari orang-orang tercinta, orang tua tinggal di Surabaya, suami tinggal di Jakarta. Menyusul setelah itu timbul rasa kurang dengan penghasilan yang ada karena terkuras setiap bulannya untuk beli tiket pesawat. Kurang dalam artian saya jadi tidak punya tabungan, penghasilan tiap bulan impas dengan pengeluaran yang ada.

Akhirnya mulai mencoba menambah penghasilan dengan berjualan kue di Singakwang. Bangun jam 2 pagi juga dijabanin supaya bisa mendapatkan penghasilan tambahan.

Nggak berhenti disitu, saya pun mencoba jualan online make-up korea dengan sistem dropship dan makin berkembang akhirnya bisa menyediakan modal sekitar 5 jutaan untuk stok barang. Hasilnya ada dan lumayan tapi badan mulai protes, sejak membuat kue jadi sering pegel-pegel dan sakit-sakitan.

Jualan make-up korea juga akhirnya tidak berlanjut karena tidak bisa mengikuti perkembangan trend, belum habis stok yang ada muncul lagi produk-produk baru sehingga banyak stok produk lama yang tidak laku dijual.

Masih di Singkawang, berpikir keras mau usaha apalagi ya..???

Akhirnya pilihan jatuh pada jualan jilbab, proses dari pemilihan kain sampai memasarkan lewat online saya kerjakan sendiri. Saat cuti pulang ke Jakarta menyempatkan ke Pasar Tanah Abang untuk mencari kain jilbab sendiri lalu mencari penjahit untuk dijahitkan, di foto sendiri dan memasarkan lewat online.

Bulan Agustus 2015 pengajuan untuk mengikuti suami disetujui, saya pindah ke Jakarta. Jualan Online jilbab masih berjalan, namun lagi-lagi badan mulai protes. Usaha yang saya kerjakan selalu menguras tenaga dan waktu saya dimana saya juga harus kerja kantoran.

Pindah ke Jakarta jam kerjanya beda lagi dengan di daerah, berangkat ke kantor jam 6 pagi pulang sampai rumah paling cepat jam 8 malam. Otomatis usaha online saya akhirnya tidak berjalan lagi karena kekurangan waktu dan tenaga tadi.

Saat itu masih tidak menyerah untuk terus berdoa dan mencari peluang bisnis yang bisa saya rintis sambil tetap bekerja di kantor karena biaya hidup di Jakarta lebih besar lagi.

Alhamdulillah tanggal 20 November 2015 Allah menjawab dengan dipertemukan dengan teman kantor yang menyodorkan sebuah Katalog yang mirip dengan Majalah. Awalnya saya hanya tertarik untuk beli produknya saja.

Setelah mencoba dan mempelajari produknya ternyata terbuat dari bahan-bahan alami dan sudah melalui uji dermatologi dan uji konsumen. Nggak heran kok lembut dan enak banget pakai produknya, ramah di kulit, ramah juga untuk lingkungan.

Lanjut cerita makin penasaran karena ada juga peluang penghasilan dengan menjalankan bisnisnya. Makin mendalami makin jatuh cinta dengan bisnisnya, kenapa?

Karena inilah yang saya cari selama ini, “menjalankan Bisnis sambil tetap Ngantor” Gimana caranya?

Jangan mikir yang ribet-ribet dulu ya, karena caranya amat sangat sederhana yaitu memanfaatkan HP dan Paket Internet untuk bisnis. Mengubah semua Social Media menjadi kantor bisnis saya.

Semua diajarin dan dibimbing bareng temen-temen yang ada di komunitas kerja-dirumah.com.

Dari perusahaannya sendiri juga sangat meringankan untuk saya yang kerja kantoran. Sistem dan laporan perkembangan bisnisnya sudah disediakan, produk-produknya juga sudah ada dan selalu mengikuti trend, tidak perlu stok barang, modal memulainya pun sangat murah yaitu 49.900 saja.

Semuanya serba online ada aplikasinya dimana saya tinggal pakai aja, jadi nggak ribet bawa catetan laporan bisnis kemana-kemana. Bisnisnya bener-bener dalam genggaman tangan, semua dikerjakan lewat Handphone.

Lalu untuk mengatur waktunya gimana?

Saya mengerjakan bisnis ini saat berangkat kekantor, jam istirahat, dan pulang kantor. Jadi bisnis yang saya kerjakan tidak menggangu jam kantor saya.

Dua-duanya bisa berjalan beriringan, nggak pakai pusing karena sistemnya sudah ada dan kerjanya juga pakai internet.

Tak butuh waktu sampai 2 tahun, bulan April 2017 saya sudah bisa punya penghasilan 4 – 5 jutaan/bulan dari bisnis ini. Saya juga mendapatkan Reward berupa Cash Award sebesar 7 juta di bulan September 2017.

Buat temen-temen yang juga sedang mencari tambahan penghasilan dan bingung karena masih harus ngantor juga, yuk gabung bareng aku di www.kerja-dirumah.com/meyfira-intan